Rabu, 26 Januari 2011

Korupsi di indonesia memperngaruhi Persepsi Bisnis

Masalah korupsi yang masih marak di Indonesia menjadi salah satu alasan rendahnya skor persepsi bisnis yang dilansir PERC berdasarkan survei itu. Di dalam survei Indonesia memperoleh skor 8,83 dalam hal korupsi di indonesia.Di atas peringkat Indonesia,di posisi 9,ditempati Filipina dengan skor 8,26.”Kedua negara mencetak skor rendah karena masalah korupsi dan kurangnya pelaksanaan atas peraturan-peraturan,” ungkap PERC kemarin.Malaysia dan Thailand masing-masing di peringkat 7 dan 8. PERC mengungkapkan,survei tersebut dilakukan terhadap 1.370 eksekutif di Asia.Survei ditujukan untuk mengetahui apa yang dirasakan para eksekutif dengan lingkungan peraturan di negara atau kota tempat mereka bekerja. STOP KORUPSI DAN SUAP DI INDONESIA

Selain itu, untuk mengetahui sejauh mana hal itu memengaruhi bisnis mereka. PERC menilai, dengan status perekonomian terbesar,indeks persepsi bisnis China dan India—berdasarkan survei politik dan ekonomi dari para pebisnis asing—sangat buruk.Pasalnya, untuk mendapatkan visa saja sangat sulit.”Peraturan berlebihan”di dua negara itu seperti disurvei PERC sangat kontras dengan Hong Kong dan Singapura yang sistem peraturan keuangannya lebih efisien. Dalam sistem penilaian survei ini, angka 10 merupakan skor terburuk. India berada di posisi terendah, ke-12 dengan skor 9,16; sedangkan China di urutan ke-11 dengan skor 9,04.”India adalah salah satu negara yang peraturannya terlalu berlebihan di dunia, bahkan untuk mendapatkan visa turis,” papar PERC.Secara umum terkait dengan peraturan yang kompleks, tak transparan, serta prosedur yang berat. PERC juga mengkritik peraturan diChina.

DiNegeriPandabanyak alasan juga, sama seperti India. Terutama pendapat dari kalangan eksekutif yang menafsirkan bahwa peraturan merupakan sumber utama dari kekuatan birokrat. Hong Kong dianggap memiliki lingkungan peraturan yang paling sederhana dan transparan di Asia, serta Singapura sebagai pusat keuangan global. Tak hanya itu,konsumen dapat menggunakan teknologi yang sama untuk mendapatkan informasi. Dalam laporan ini, indeks persepsi bisnis Hong Kong hanya 0,98 dan Singapura 1,08.

Kedua negara ini dinilai benar-benar ingin menghilangkan dokumen yang tidak perlu. Jepang dan Korea Selatan dinilai sebagai yang terbaik berikutnya.Stop korupsi dan suap di indonesia.

sumber : http://www.seputar-indonesia.com/edisicetak/content/view/378067/

0 komentar:

Posting Komentar

 

©  Copyright by Blog Fendi Ta | Template by Blogger Templates | Stop Korupsi Dan Suap di Indonesia | Komodo Island as the NEW 7 Wonders of the World